Laboratorium
Biologi Farmasi
Fakultas
Farmasi
Universitas
indonesia timur
SEL HIDUP DAN SEL MATI
Oleh :
Rahayu Faizal
Kelompok B
UNIVERSITAS INDONESIA
TIMUR
FAKULTAS FARMASI
2010
BAB
I
PENDAHULUAN
Istilah
sel pertama kali di temukan oleh Robert Hooke (1665), ilmuwan berkebangsaan
inggris. Saat meneliti jaringan mati tumbuhan gabus (Querus suber),
Hooke melihat adanya struktur terkecil dengan betuk yang sangat teratur serta di selubungi oleh dinding. Oleh Hooke,
struktur berongga itu di beri nama sel. Kata sel berasal dari kata latin yaitu cellulae yang berarti
‘kamar-kamar kecil’ (Istamar, S., 2004).
Penemuan
Hooke tentang sel gabus sebagai sel mati telah mendorong ahli-ahli lain
melakukan penyelidikan dari sayatan-sayatan bagian tubuh mahluk hidup. (Istamar, S., 2004).
Robert
Brown (1831), seorang ilmuwan dari skotlandia dalam penyelidikannya melihat
benda kecil yang terapung-apung dalam sel. Benda tersebut di ketahui sebagai
struktur yang penting dan di sebut inti sel (Istamar, S., 2004).
Mathias
Schleiden (1838) dan Theodore Schwann (1839), ilmuwan jerman, Menemukan
struktur yang sama dari sayatan tubuh, baik tumbuhan maupun hewan yang semuanya
tersusun dari sel. Maka muncullah teori “sel merupakan unit struktural terkecil dari mahluk hidup. (istamar,
S.,2004).
Secara
structural, sel merupakan penyusun mahluk hidup, baik mahluk hidup bersel
tunggal (uniseluler) atau banyak sel (multiselular) pada tumbuhan atau hewan.
Bahwa mahluk hidup tersusun dari sel yang telah di buktikan melalui pengamatan mikroskop
oleh schleiden dan di rumuskan dalam teori yang berbunyi “sel merupakan kesatuan structural
kehidupan”.
Maksud
percobaan yaitu
untuk melihat bentuk-bentuk sel hidup dan sel mati.
Tujuan
percobaan yaitu Untuk
membedakan bentuk-bentuk antara sel hidup Dan sel mati dari sampel yang di teliti.
Prinsip percobaan Berdasarkan dari hasil pengamatan
dengan menggunakan miikroskop, di mana preparat atau sampel yang di amati ada
yang termasuk dari sel hidup dan sel mati,sekaligus untuk mengetahui bentuk
serta perbedaan dari sel hidup dan sel mati.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori ringkas
Sel adalah satuan fungsional yang terkecil yang
menyusun tubuh mahluk hidup. Sel pertama kali di temukan oleh Robert Hooke pada
tahun 1665. Sel berasal dari kata cella yang artinya rongga kecil. ( http://www.jevuska.com/topic/sel+tumbuhan+lengkap+pengertian+dan+gambar.html)
Secara struktural, sel
merupakan penyusun mahluk hidup baik mahluk hidup satu sel maupun banyak sel
pada tumbuhan dan hewan.bahwa mahluk hidup tersusun dari sel telah di buktikan
melalui pengamatan mikroskopis, oleh Scheiden dan Schwan dan di
rumuskan dalam teori sel yang berbunyi “sel merupakan unit struktural terkecil
dari mahlukhidup”.
(http://www.jevuska.com/topic/sel+tumbuhan+lengkap+pengertian+dan+gambar.html)
Dari teori yang menyatakan sel
merupakan kesatuan struktural kehidupan terlihat bahwa aktifitas yang
berlangsung dalam tubuh mahluk hidup
tercermin dalam aktifitas sel. Contohnya transportasi,respirasi, dan sintesis.
(http://www.jevuska.com/topic/sel+tumbuhan+lengkap+pengertian+dan+gambar.html)
Sel terdiri atas bagian-bagian utama yaitu
selaput plasma atau membran sel,protoplasma,dan nukleus (inti sel). (Istamar
S.,2004).
1.
Membran plasma
Membran sel merupakan bagian
sel paling luar . Membran plasma berfungsi mengatur gerakan zat-zat yang keluar
masuk sel. (www.iwansain.wordpress.com)
Membran sel membatasi segala kegiatan yang
terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar.
Karena fungsi ini, membran sel bersifat ‘selektif permeabel’, dapat menentukan
bahan-bahan tertentu saja yang bisa keluar masuk dari dalam dan luar sel.
Adanya membran plasma memungkinkan gas oksigen dan makanan masuk kedalam sel
zat-zat sisa keluar dari dalam sel. Membran sel tersusun dari bahan-bahan
seperti lemak dan protein. Lemak yang terdapat pada membran memungkinkan
membran berfungsi sebagai barrier yang membatasi pergerakan moolekul yang dapat
larut dalam air melewati membran. Molekul protein yang dapat menembus melewati
membran sel, berfungsi sebagai tempat lewatnya bahan-bahan tertentu.
2.
Protoplasma
Protoplasma adalah bagian-bagian yang hidup dari
dari sel dan berfungsi mengatur segala kegiatan sel. Bagian ini berupa cairan
yang tersusun dari air, protein, karbohidrat, zat lemak, garam-garm mineral,
dan vitamin. Protoplasma di bedakan
menjadi dua yaitu nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma merupakan cairan
kental yang berada luar ini sel. Pada sitoplasma terdapat rongga sel yang
disebut vakuola danorganel-organelsel.
(http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
Sitoplasma adalah zat yang
bersifat koloid, atau zat yang tidak padat dan tidak cair. Sitoplasma yang ada
didalam nukleus disebut dengan nukleoplasma. Kearah luar, berbatasan dengan
membran sel disebut ektoplasma pada tumbuhan, sedangkan pada hewan ektoplasma
inilah yang merupakan selaput plasma atau membran sel. Lapisan sebelah
dalam sitoplasma disebut endoplasma. Endoplasma
tampak lebih jernih, padat, dan pada tumbuhan mengandung sedikit butir warna (
plastida ) dibanding endoplasma.
(http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
Fungsi utama kehidupan berlangsung
di sitoplasma. Hampir semua kegiatan metabolisme berlangsung didalam ruangan
berisi cairan kental ini. Didalam sitoplasma terdapat organel-organel yang
melayang-melyang dalam cairan kental ( merupakan koloid, namun tidak homogen)
disebut matriks organellah yang menjalankan banyak fungsi kehidupan :
sintesis bahan, respirasi (perombakan), penyimpanan serta reaksi terhadap
rangsang sebagian besar proses didalam sitoplasma diatu secara enzimatik.
(http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
Selain organel, terdapat pula vakuola, butir,butir tepung, butir
silikat dan berbagai produk sekunder lain. Vakuola memiliki peran penting
sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair, sehingga
disebut pula “cairan sel”. Cairan yang mengisi vakuola berbeda beda, tergantung
letak dan fungsi sel. (http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
3. Nukleus ( inti sel )
Nukleus merupakan organel
pertama yang di temukan, yang pertama kali di deskripsikan oleh Frans Bauer pada tahun 1802 dan di
jabarkan lebih detil oleh ahli botani skotlandia, Robert Brown pada tahun 1831. Inti sel merupakan organel yang
bentuknya bulat dan terletak di tengah sel. Di dalam nukleus terdapat kromosom
yang berisi DNA yang berperan dalam pembentukan berbagai protein (terutama
enzim). Nukleus mengandung DNA dalam jumlah besar di sebut gen. Gen yang
terdapat pada kromosom berfungsi untuk sintesa RNA yang mengatur karateristik
dari protein yang di perlukan sebagai aktifitas enzimatik, serta mengatur
reproduksi sel. Enzim di perlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di
sitoplasma.
(http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
Inti sel merupakan pusat
pengatur seluruh kegiatan sel, terutama mengatur perkembangbiakan sel dan
perkembangan sel selanjutnya. Semua mahluk hidup memulai kehidupannya dari
sebuah sel. Inti sel terdiri dari nukleolus, nukleoplasma dan membran inti. Elemen
struktural utama nukleus adalah membran
inti, suatu membran lapis ganda yang membungkus kesuluruhan organel dan
memisahkan bagian inti dengan sitoplasma sel, serta lamina inti, suatu struktur dan nukleus yang memberi dukungan
mekanis seperti sitoskeleton yang menyokong sel secara kesuluruhan. Sifat
membran inti yang tak permeabel terhadap sebagian besar molekul membuat nukleus
memerlukan pori inti agar molekul dapat bergerak
melintasi membran.
B.
Uraian Bahan
Aquadest (FI Edisi III, hal. 96)
Nama Resmi :AQUA
DESTILLATA
Nama Lain :Air
Suling
Rumus Molekul :H2O
Berat Molekul :18,02
Pemerian :Cairan
jernih; tidak berwarna; tidak berbau; tidak mempunyai
rasa.
Penyimpanan :Dalam wadah tertutup baik.
Kegunaan :Zat
tambahan
C. Klasifikasi sampel
a.
Bawang merah (Alium cepa) (http://www.plantamor.com/index.php?plant=56)
Regnum : Plantarum
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Ordo : Liliales
Family : Liliaceae
Genus : Alium
Species : Alium
cepa
Regnum : Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Subdivisio :
Angiospermae
Class :
Monocotyledonae
Ordo :
Hydroharitacales
Family :
Hydroharitaceae
Genus :
Hydrilla
Species :
Hydrilla verticillata
c.
Kapas (Gossypium
sp.) (http://www.plantamor.com/index.php?plant=54)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Subdivisio :
Angiospermae
Class :
Dicotyledonae
Ordo :
Malvales
Family :
Malvaceae
Genus :
Gossypium
Species :
Gossypium sp
d.
Kapuk randu (Ceiba
pentandra) (http://www.plantamor.com/index.php?plant=56)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Subdivisio :
Angiospermae
Class :
Dicotyledonae
Ordo :
Malvales
Family :
Bamboaceae
Genus :
Ceiba
Species :
Ceiba pentandra
Regnum : Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class :
Dicotyledonae
Ordo :
Euphorbiales
Family :
Euphorbiaceae
Genus :
Manihot
Species :
Manihot utilissima
D. Uraian bahan
a. Bawang merah (Alium cepa)
a. Morfologi (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-alium
cepa)
Herba atau perdu, jarang pohon
kerap kali dengan akar rimpang di bawah tanah, umbi lapis. Daun duduk pada akar
atau batang yang di atas tanah. Bunga beraturan kerap kali berkelamin dua. Daun
tenda kebanyakan 6, kadang kadang 8, bertancap pada dasar baun bunga. Benang
sari basanya bebas. Bakal buah biasanya menumpang, tangkai puti 1, kepala putik
rata-rata bertaju 3 Buah pecah atau tidak, serupa buah buni atau kering.
b. Kandungan kimia
Mengandung flavolikosida dan
saponin.
c. Kegunaan (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-alium
cepa)
1.
Pembunuh bakteri
2.
Kandungan saponinya mengencerkan dahak
3.
Menghangatkan, memudahkan mengeluarkan angin
dari perut.
(http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-alium
cepa)
3.
Daun hydrilla (Hydrilla
verticillata)
a. Morfologi (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla)
Daun hydrilla adalah tanaman
air tawar yang tenggelam panjangnya 0,2 -
2 centi meter. Daun bergerigi-gerigi, panjangnya 1 – 4 cm.
Benang terdapat sendirian di
dalam ketiak daun. Tanaman berumah dua. Bunga berkelamin satu, terdapat
sendirian di dalam daun putik atau jombon. Bunga jantan panjangnya sekitar 1
mm. Bunga sebelum membelah di lepas, naik ke atas permukaan, di sana membuka
dan mengapung di atas kelopak daun yang lengkung. Daun mahkota panjangnya 2 mm.
Benang sari 3, di muka daun kelopak. Bunga betina, sering berbentuk tabung
panjangnya sekitar 4 – 5 mm. Daun kelopak dan mahkota panjangnya 1-3 mm.
b. Kandungan kimia (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla)
Hydrilla tidak mempunyai
kandungan kimia.
c.
Kegunaan
(http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla).
Sebagai makanan ikan.
4.
Kapas (Gossypium
sp)
a. Morfologi
Perdu tegak 1,5 – 3 m.
Seluruhnya berbintik hitam daun bertangkai, bentuk bulat lingkaran dengan 1
kelenjar atau lebih di bawah kelopak tambahnan 3, melekat sepanjang lebih dari
0,5 cm. Dengan pangkal yang berbentuk jantung dan 8 – 13 taju yang sangat
runcing, panjang 5 – 11 cm. Kelopak
bentuk cawang, 1 – 1,5 cm tingginya, dan mahkota kemudian berubah menjadi
merah. sempit bentuk kipas, panjang 5 – 5,8 cm. Kuning pucat, berbintik-bintik
tua.
b. Kandungan kimia
Bunga,
buah dan daun mengandung saponin, flavonoida, polifanol dan alkaloid. Kulit
akar mengandung gosipol 0,56 – 2,05 cm. Minyak dari biji mengandung sekitar 2%
gosipol dan flavonoid.
(http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-gossypium)
c.Kegunaan (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla)
1.
Akar/kulit berkhasiat tonik pada lambung limpa,
vital energi, antitosif, anti asmatik, dan merangsang kontraksi rahim
2.
Berfungsi juga untuk kecantikan
3.
Sebagai bahan pembuat kain
4. Kapuk randu (Ceiba pentandra)
a. Morfologi (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-ceibapentandra)
Pohon yang menggugurkan bunga,
tinggi 8 – 30 m. Batng muda dengan karangan tiga-tiga, menyimpang ke samping
horizontal. Daun bertangkai panjang. Berbilang 5 – 16 cm. Bunga berkumpul 2 –
15 di ketiak daun yang sudah rontok, tinggi 1 – 2 cm, tetap. Daun mahkota bunga
telur berbalik memanjang 2,5 – 4 cm
panjangnya, pada pangkalnya bersatu berwarna mentega, dari luar berambut pendek.kepala
sari 5, bakal biji banyak.
b. Kandungan kimia
Di dalam daun kapuk mengandung
soopin, havanoida dan tanin.
c. Kegunaan
1.
Sebagai obat batuk.
2.
Sebagai obat mencret
5. Empulur ubi kayu (Manihot utillisima) (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-manihotutillisima)
a. Morfologi
Perdu yang tidak bercabang atau
bercabang sedikit tinggi 2 – 7 m. Batang dengan bekas tanda daun bertonjolan,
umbi akar memanjang, dengan kulit berwarna coklat suram. Tangkai daun 6 – 35
cm, helai daun sampai dekat tangkai menjari 3 – 9 (dau yang tertinggi kerap
kali bertepi rata), dengan taju yang berbeda. Bunga dalam tandang yang tidak
rapat. Tenda bunga tunggal. Bunga jantan : tenda bunga berbentuk lonceng,
bertaju 5, benang sari 10, berseling panjang pendek tertancap sekitar penebalan
dasar bunga yang kuning dan berlekuk. Bunga betina : tenda bunga terbagi lima,
bakal buah di kelilingi oleh tonjolan penebalan dasar bunga kuning, berbentuk
cincin tangkai putik bersatu sangat pendek, dengan kepala putik yang lebar
berwarna mentega, dan berlekuk banyak.
b.
Kandungan kimia
Mengandung karbohidrat, amilosa, amilopektin.
c.
Kegunaan
Di gunakan sebagai bahan
makanan
BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan bahan
a. Alat yang di gunakan
1.
Bunsen
2.
Deck glass
3.
Gelas kimia
4.
Jarum preparat
5.
Mikroskop
6.
Object glass
7.
Pipet tetes
8.
Silet baru/cutter
b. Bahan yang di gunakan
1.
Aquades/ air suling
2.
Bawang merah (Alium
cepa)
3.
Daun hydrilla (Hydrilla
verticillata)
4.
Empulur ubi kayu (manihot utillisima)
5.
Kapas (Gossypium
sp)
6.
Kapuk randu (Ceiba
pentandra)
B. Cara kerja
Di siapkan alat dan bahan yang
akan di gunakan lalu letakkan sampel/bahan di atas object glass, kemudian di
tetesi air secukupnya lalu di tutup dengan menggunakan penutup (deck glass).
Kemudian lakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop.
Untuk bahan :
1. Bawang merah (Alium cepa),
di iris setipis mungkin selaput di dalam umbilapis bawang merah lalu di
letakkan di atas objek glass kemudian di tetesi dengan air 1 tetes atau
secukupnya lalu di tutup dengan penutup (deck glass). Kemudian di fiksasi untuk
menghilangkan gelembung udara yang terjadi, setelah itu di amati di bawah
mikroskop lalu di ambil gambar hasil pengamatan.
2. Empulur ubi kayu (Manihot
utillisima), di iris setipis mungkin
selaput di dalam umbilapis bawang merah lalu di letakkan di atas objek glass
kemudian di tetesi dengan air 1 tetes atau secukupnya lalu di tutup dengan
penutup (deck glass). Kemudian di fiksasi untuk menghilangkan gelembung udara
yang terjadi, setelah itu di amati di bawah mikroskop lalu di ambil gambar
hasil pengamatan.
3. Kapas (Gossypium sp), di
iris setipis mungkin selaput di dalam umbilapis bawang merah lalu di letakkan
di atas objek glass kemudian di tetesi dengan air 1 tetes atau secukupnya lalu
di tutup dengan penutup (deck glass). Kemudian di fiksasi untuk menghilangkan
gelembung udara yang terjadi, setelah itu di amati di bawah mikroskop lalu di
ambil gambar hasil pengamatan.
4. Kapuk randu (Ceiba pentandra),
di iris setipis mungkin selaput di dalam umbilapis bawang merah lalu di
letakkan di atas objek glass kemudian di tetesi dengan air 1 tetes atau
secukupnya lalu di tutup dengan penutup (deck glass). Kemudian di fiksasi untuk
menghilangkan gelembung udara yang terjadi, setelah itu di amati di bawah
mikroskop lalu di ambil gambar hasil pengamatan.
BAB IV
a. Bawang merah
b. Empulur ubi kayu
2. Rongga sel
2. Torsi
1. Dinding sel
BAB V
PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan yang di
lakukan menggunakan mikroskop dapat di ketahui :
a. Bawang merah (Alium
cepa)
Sel umbi bawang termasuk sel
hidup karena terdapat inti sel yang berfungsi mengendalikan seluruh kegiatan
sel. Pada sel bawang terlihat kromoplas yang berfungsi untuk proses foto
sintesis serta memberi zat warna yang di sebut fikuretrin sehingga bawang
merah tersebut berwarna merah. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung, memberi
bentuk pada sel serta memperkuat sel.
b. Empulur ubi kayu (manihot
utillisima)
Sel empulur ubi kayu termasuk
sel mati karena tidak memiliki inti sel. Pada sel empulur ubi kayu terlihat
rongga sel atau ruang antar sel yang berfungsi untuk menyimpan gas dan air.
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan penunjang sel.
c. Kapas (Gossypium sp)
sel kapas termasuk sel mati karena tidak
memiliki inti sel (nukleus) dan hanya memiliki dinding sel dan torsi. Dinding
sel berfungsi sebagai pelindung dan memberi bentuk pada sel. Sedangkan torsi
berfungsi sebagai pemantul dan menyatukan antara sel dengan yang lainnya.
d. Kapuk randu
(ceiba pentandra)
sel kapuk randu termasuk sel
mati karena tidak memiliki nukleus. Pada sel kapuk randu terlihat ge;embung
udara yang berfungsi untuk memudahkan masuknya udara sehingga membuat bantal
menjadi empuk.
Selain itu, terdapat juga ruang antar sel yang berfungsi untuk
mempertahankan reaksi dalam sel agar dapat berjalan lancar dan dinding sel
berfungsi melindungi sel.
DAFTAR PUSTAKA
Samuri,Istamar,dkk. (2004).
“Diktat Biologi Sel dan Molekuler”.
http://www.jevuska.com/topic/sel+tumbuhan+lengkap+pengertian+dan+gambar.html)
http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla
DIRJEN POM. 1979. Farmakope
Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Stennis van, dr. 2002. Flora, Jakarta: PT. Pradnya Paramitha.
Syamsuri, iskandar dkk. 1994. Biologi. Malang: Penerbit Erlangga.
Tim dosen UIT, 2010. Biologi
sel dan molekuler, Makassar: Universitas Indonesia Timur.
Tjitrasoepomo, gembong. 2002. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press. Laboratorium
Biologi Farmasi
Fakultas
Farmasi
Universitas
indonesia timur
SEL HIDUP DAN SEL MATI
Oleh :
Rahayu Faizal
Kelompok B
UNIVERSITAS INDONESIA
TIMUR
FAKULTAS FARMASI
2010
BAB
I
PENDAHULUAN
Istilah
sel pertama kali di temukan oleh Robert Hooke (1665), ilmuwan berkebangsaan
inggris. Saat meneliti jaringan mati tumbuhan gabus (Querus suber),
Hooke melihat adanya struktur terkecil dengan betuk yang sangat teratur serta di selubungi oleh dinding. Oleh Hooke,
struktur berongga itu di beri nama sel. Kata sel berasal dari kata latin yaitu cellulae yang berarti
‘kamar-kamar kecil’ (Istamar, S., 2004).
Penemuan
Hooke tentang sel gabus sebagai sel mati telah mendorong ahli-ahli lain
melakukan penyelidikan dari sayatan-sayatan bagian tubuh mahluk hidup. (Istamar, S., 2004).
Robert
Brown (1831), seorang ilmuwan dari skotlandia dalam penyelidikannya melihat
benda kecil yang terapung-apung dalam sel. Benda tersebut di ketahui sebagai
struktur yang penting dan di sebut inti sel (Istamar, S., 2004).
Mathias
Schleiden (1838) dan Theodore Schwann (1839), ilmuwan jerman, Menemukan
struktur yang sama dari sayatan tubuh, baik tumbuhan maupun hewan yang semuanya
tersusun dari sel. Maka muncullah teori “sel merupakan unit struktural terkecil dari mahluk hidup. (istamar,
S.,2004).
Secara
structural, sel merupakan penyusun mahluk hidup, baik mahluk hidup bersel
tunggal (uniseluler) atau banyak sel (multiselular) pada tumbuhan atau hewan.
Bahwa mahluk hidup tersusun dari sel yang telah di buktikan melalui pengamatan mikroskop
oleh schleiden dan di rumuskan dalam teori yang berbunyi “sel merupakan kesatuan structural
kehidupan”.
Maksud
percobaan yaitu
untuk melihat bentuk-bentuk sel hidup dan sel mati.
Tujuan
percobaan yaitu Untuk
membedakan bentuk-bentuk antara sel hidup Dan sel mati dari sampel yang di teliti.
Prinsip percobaan Berdasarkan dari hasil pengamatan
dengan menggunakan miikroskop, di mana preparat atau sampel yang di amati ada
yang termasuk dari sel hidup dan sel mati,sekaligus untuk mengetahui bentuk
serta perbedaan dari sel hidup dan sel mati.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori ringkas
Sel adalah satuan fungsional yang terkecil yang
menyusun tubuh mahluk hidup. Sel pertama kali di temukan oleh Robert Hooke pada
tahun 1665. Sel berasal dari kata cella yang artinya rongga kecil. ( http://www.jevuska.com/topic/sel+tumbuhan+lengkap+pengertian+dan+gambar.html)
Secara struktural, sel
merupakan penyusun mahluk hidup baik mahluk hidup satu sel maupun banyak sel
pada tumbuhan dan hewan.bahwa mahluk hidup tersusun dari sel telah di buktikan
melalui pengamatan mikroskopis, oleh Scheiden dan Schwan dan di
rumuskan dalam teori sel yang berbunyi “sel merupakan unit struktural terkecil
dari mahlukhidup”.
(http://www.jevuska.com/topic/sel+tumbuhan+lengkap+pengertian+dan+gambar.html)
Dari teori yang menyatakan sel
merupakan kesatuan struktural kehidupan terlihat bahwa aktifitas yang
berlangsung dalam tubuh mahluk hidup
tercermin dalam aktifitas sel. Contohnya transportasi,respirasi, dan sintesis.
(http://www.jevuska.com/topic/sel+tumbuhan+lengkap+pengertian+dan+gambar.html)
Sel terdiri atas bagian-bagian utama yaitu
selaput plasma atau membran sel,protoplasma,dan nukleus (inti sel). (Istamar
S.,2004).
1.
Membran plasma
Membran sel merupakan bagian
sel paling luar . Membran plasma berfungsi mengatur gerakan zat-zat yang keluar
masuk sel. (www.iwansain.wordpress.com)
Membran sel membatasi segala kegiatan yang
terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar.
Karena fungsi ini, membran sel bersifat ‘selektif permeabel’, dapat menentukan
bahan-bahan tertentu saja yang bisa keluar masuk dari dalam dan luar sel.
Adanya membran plasma memungkinkan gas oksigen dan makanan masuk kedalam sel
zat-zat sisa keluar dari dalam sel. Membran sel tersusun dari bahan-bahan
seperti lemak dan protein. Lemak yang terdapat pada membran memungkinkan
membran berfungsi sebagai barrier yang membatasi pergerakan moolekul yang dapat
larut dalam air melewati membran. Molekul protein yang dapat menembus melewati
membran sel, berfungsi sebagai tempat lewatnya bahan-bahan tertentu.
2.
Protoplasma
Protoplasma adalah bagian-bagian yang hidup dari
dari sel dan berfungsi mengatur segala kegiatan sel. Bagian ini berupa cairan
yang tersusun dari air, protein, karbohidrat, zat lemak, garam-garm mineral,
dan vitamin. Protoplasma di bedakan
menjadi dua yaitu nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma merupakan cairan
kental yang berada luar ini sel. Pada sitoplasma terdapat rongga sel yang
disebut vakuola danorganel-organelsel.
(http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
Sitoplasma adalah zat yang
bersifat koloid, atau zat yang tidak padat dan tidak cair. Sitoplasma yang ada
didalam nukleus disebut dengan nukleoplasma. Kearah luar, berbatasan dengan
membran sel disebut ektoplasma pada tumbuhan, sedangkan pada hewan ektoplasma
inilah yang merupakan selaput plasma atau membran sel. Lapisan sebelah
dalam sitoplasma disebut endoplasma. Endoplasma
tampak lebih jernih, padat, dan pada tumbuhan mengandung sedikit butir warna (
plastida ) dibanding endoplasma.
(http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
Fungsi utama kehidupan berlangsung
di sitoplasma. Hampir semua kegiatan metabolisme berlangsung didalam ruangan
berisi cairan kental ini. Didalam sitoplasma terdapat organel-organel yang
melayang-melyang dalam cairan kental ( merupakan koloid, namun tidak homogen)
disebut matriks organellah yang menjalankan banyak fungsi kehidupan :
sintesis bahan, respirasi (perombakan), penyimpanan serta reaksi terhadap
rangsang sebagian besar proses didalam sitoplasma diatu secara enzimatik.
(http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
Selain organel, terdapat pula vakuola, butir,butir tepung, butir
silikat dan berbagai produk sekunder lain. Vakuola memiliki peran penting
sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair, sehingga
disebut pula “cairan sel”. Cairan yang mengisi vakuola berbeda beda, tergantung
letak dan fungsi sel. (http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
3. Nukleus ( inti sel )
Nukleus merupakan organel
pertama yang di temukan, yang pertama kali di deskripsikan oleh Frans Bauer pada tahun 1802 dan di
jabarkan lebih detil oleh ahli botani skotlandia, Robert Brown pada tahun 1831. Inti sel merupakan organel yang
bentuknya bulat dan terletak di tengah sel. Di dalam nukleus terdapat kromosom
yang berisi DNA yang berperan dalam pembentukan berbagai protein (terutama
enzim). Nukleus mengandung DNA dalam jumlah besar di sebut gen. Gen yang
terdapat pada kromosom berfungsi untuk sintesa RNA yang mengatur karateristik
dari protein yang di perlukan sebagai aktifitas enzimatik, serta mengatur
reproduksi sel. Enzim di perlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di
sitoplasma.
(http://animevent.wordpress.com/2009/01/26/biologi-sel/)
Inti sel merupakan pusat
pengatur seluruh kegiatan sel, terutama mengatur perkembangbiakan sel dan
perkembangan sel selanjutnya. Semua mahluk hidup memulai kehidupannya dari
sebuah sel. Inti sel terdiri dari nukleolus, nukleoplasma dan membran inti. Elemen
struktural utama nukleus adalah membran
inti, suatu membran lapis ganda yang membungkus kesuluruhan organel dan
memisahkan bagian inti dengan sitoplasma sel, serta lamina inti, suatu struktur dan nukleus yang memberi dukungan
mekanis seperti sitoskeleton yang menyokong sel secara kesuluruhan. Sifat
membran inti yang tak permeabel terhadap sebagian besar molekul membuat nukleus
memerlukan pori inti agar molekul dapat bergerak
melintasi membran.
B.
Uraian Bahan
Aquadest (FI Edisi III, hal. 96)
Nama Resmi :AQUA
DESTILLATA
Nama Lain :Air
Suling
Rumus Molekul :H2O
Berat Molekul :18,02
Pemerian :Cairan
jernih; tidak berwarna; tidak berbau; tidak mempunyai
rasa.
Penyimpanan :Dalam wadah tertutup baik.
Kegunaan :Zat
tambahan
C. Klasifikasi sampel
a.
Bawang merah (Alium cepa) (http://www.plantamor.com/index.php?plant=56)
Regnum : Plantarum
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Ordo : Liliales
Family : Liliaceae
Genus : Alium
Species : Alium
cepa
Regnum : Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Subdivisio :
Angiospermae
Class :
Monocotyledonae
Ordo :
Hydroharitacales
Family :
Hydroharitaceae
Genus :
Hydrilla
Species :
Hydrilla verticillata
c.
Kapas (Gossypium
sp.) (http://www.plantamor.com/index.php?plant=54)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Subdivisio :
Angiospermae
Class :
Dicotyledonae
Ordo :
Malvales
Family :
Malvaceae
Genus :
Gossypium
Species :
Gossypium sp
d.
Kapuk randu (Ceiba
pentandra) (http://www.plantamor.com/index.php?plant=56)
Regnum :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Subdivisio :
Angiospermae
Class :
Dicotyledonae
Ordo :
Malvales
Family :
Bamboaceae
Genus :
Ceiba
Species :
Ceiba pentandra
Regnum : Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class :
Dicotyledonae
Ordo :
Euphorbiales
Family :
Euphorbiaceae
Genus :
Manihot
Species :
Manihot utilissima
D. Uraian bahan
a. Bawang merah (Alium cepa)
a. Morfologi (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-alium
cepa)
Herba atau perdu, jarang pohon
kerap kali dengan akar rimpang di bawah tanah, umbi lapis. Daun duduk pada akar
atau batang yang di atas tanah. Bunga beraturan kerap kali berkelamin dua. Daun
tenda kebanyakan 6, kadang kadang 8, bertancap pada dasar baun bunga. Benang
sari basanya bebas. Bakal buah biasanya menumpang, tangkai puti 1, kepala putik
rata-rata bertaju 3 Buah pecah atau tidak, serupa buah buni atau kering.
b. Kandungan kimia
Mengandung flavolikosida dan
saponin.
c. Kegunaan (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-alium
cepa)
1.
Pembunuh bakteri
2.
Kandungan saponinya mengencerkan dahak
3.
Menghangatkan, memudahkan mengeluarkan angin
dari perut.
(http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-alium
cepa)
3.
Daun hydrilla (Hydrilla
verticillata)
a. Morfologi (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla)
Daun hydrilla adalah tanaman
air tawar yang tenggelam panjangnya 0,2 -
2 centi meter. Daun bergerigi-gerigi, panjangnya 1 – 4 cm.
Benang terdapat sendirian di
dalam ketiak daun. Tanaman berumah dua. Bunga berkelamin satu, terdapat
sendirian di dalam daun putik atau jombon. Bunga jantan panjangnya sekitar 1
mm. Bunga sebelum membelah di lepas, naik ke atas permukaan, di sana membuka
dan mengapung di atas kelopak daun yang lengkung. Daun mahkota panjangnya 2 mm.
Benang sari 3, di muka daun kelopak. Bunga betina, sering berbentuk tabung
panjangnya sekitar 4 – 5 mm. Daun kelopak dan mahkota panjangnya 1-3 mm.
b. Kandungan kimia (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla)
Hydrilla tidak mempunyai
kandungan kimia.
c.
Kegunaan
(http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla).
Sebagai makanan ikan.
4.
Kapas (Gossypium
sp)
a. Morfologi
Perdu tegak 1,5 – 3 m.
Seluruhnya berbintik hitam daun bertangkai, bentuk bulat lingkaran dengan 1
kelenjar atau lebih di bawah kelopak tambahnan 3, melekat sepanjang lebih dari
0,5 cm. Dengan pangkal yang berbentuk jantung dan 8 – 13 taju yang sangat
runcing, panjang 5 – 11 cm. Kelopak
bentuk cawang, 1 – 1,5 cm tingginya, dan mahkota kemudian berubah menjadi
merah. sempit bentuk kipas, panjang 5 – 5,8 cm. Kuning pucat, berbintik-bintik
tua.
b. Kandungan kimia
Bunga,
buah dan daun mengandung saponin, flavonoida, polifanol dan alkaloid. Kulit
akar mengandung gosipol 0,56 – 2,05 cm. Minyak dari biji mengandung sekitar 2%
gosipol dan flavonoid.
(http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-gossypium)
c.Kegunaan (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla)
1.
Akar/kulit berkhasiat tonik pada lambung limpa,
vital energi, antitosif, anti asmatik, dan merangsang kontraksi rahim
2.
Berfungsi juga untuk kecantikan
3.
Sebagai bahan pembuat kain
4. Kapuk randu (Ceiba pentandra)
a. Morfologi (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-ceibapentandra)
Pohon yang menggugurkan bunga,
tinggi 8 – 30 m. Batng muda dengan karangan tiga-tiga, menyimpang ke samping
horizontal. Daun bertangkai panjang. Berbilang 5 – 16 cm. Bunga berkumpul 2 –
15 di ketiak daun yang sudah rontok, tinggi 1 – 2 cm, tetap. Daun mahkota bunga
telur berbalik memanjang 2,5 – 4 cm
panjangnya, pada pangkalnya bersatu berwarna mentega, dari luar berambut pendek.kepala
sari 5, bakal biji banyak.
b. Kandungan kimia
Di dalam daun kapuk mengandung
soopin, havanoida dan tanin.
c. Kegunaan
1.
Sebagai obat batuk.
2.
Sebagai obat mencret
5. Empulur ubi kayu (Manihot utillisima) (http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-manihotutillisima)
a. Morfologi
Perdu yang tidak bercabang atau
bercabang sedikit tinggi 2 – 7 m. Batang dengan bekas tanda daun bertonjolan,
umbi akar memanjang, dengan kulit berwarna coklat suram. Tangkai daun 6 – 35
cm, helai daun sampai dekat tangkai menjari 3 – 9 (dau yang tertinggi kerap
kali bertepi rata), dengan taju yang berbeda. Bunga dalam tandang yang tidak
rapat. Tenda bunga tunggal. Bunga jantan : tenda bunga berbentuk lonceng,
bertaju 5, benang sari 10, berseling panjang pendek tertancap sekitar penebalan
dasar bunga yang kuning dan berlekuk. Bunga betina : tenda bunga terbagi lima,
bakal buah di kelilingi oleh tonjolan penebalan dasar bunga kuning, berbentuk
cincin tangkai putik bersatu sangat pendek, dengan kepala putik yang lebar
berwarna mentega, dan berlekuk banyak.
b.
Kandungan kimia
Mengandung karbohidrat, amilosa, amilopektin.
c.
Kegunaan
Di gunakan sebagai bahan
makanan
BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan bahan
a. Alat yang di gunakan
1.
Bunsen
2.
Deck glass
3.
Gelas kimia
4.
Jarum preparat
5.
Mikroskop
6.
Object glass
7.
Pipet tetes
8.
Silet baru/cutter
b. Bahan yang di gunakan
1.
Aquades/ air suling
2.
Bawang merah (Alium
cepa)
3.
Daun hydrilla (Hydrilla
verticillata)
4.
Empulur ubi kayu (manihot utillisima)
5.
Kapas (Gossypium
sp)
6.
Kapuk randu (Ceiba
pentandra)
B. Cara kerja
Di siapkan alat dan bahan yang
akan di gunakan lalu letakkan sampel/bahan di atas object glass, kemudian di
tetesi air secukupnya lalu di tutup dengan menggunakan penutup (deck glass).
Kemudian lakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop.
Untuk bahan :
1. Bawang merah (Alium cepa),
di iris setipis mungkin selaput di dalam umbilapis bawang merah lalu di
letakkan di atas objek glass kemudian di tetesi dengan air 1 tetes atau
secukupnya lalu di tutup dengan penutup (deck glass). Kemudian di fiksasi untuk
menghilangkan gelembung udara yang terjadi, setelah itu di amati di bawah
mikroskop lalu di ambil gambar hasil pengamatan.
2. Empulur ubi kayu (Manihot
utillisima), di iris setipis mungkin
selaput di dalam umbilapis bawang merah lalu di letakkan di atas objek glass
kemudian di tetesi dengan air 1 tetes atau secukupnya lalu di tutup dengan
penutup (deck glass). Kemudian di fiksasi untuk menghilangkan gelembung udara
yang terjadi, setelah itu di amati di bawah mikroskop lalu di ambil gambar
hasil pengamatan.
3. Kapas (Gossypium sp), di
iris setipis mungkin selaput di dalam umbilapis bawang merah lalu di letakkan
di atas objek glass kemudian di tetesi dengan air 1 tetes atau secukupnya lalu
di tutup dengan penutup (deck glass). Kemudian di fiksasi untuk menghilangkan
gelembung udara yang terjadi, setelah itu di amati di bawah mikroskop lalu di
ambil gambar hasil pengamatan.
4. Kapuk randu (Ceiba pentandra),
di iris setipis mungkin selaput di dalam umbilapis bawang merah lalu di
letakkan di atas objek glass kemudian di tetesi dengan air 1 tetes atau
secukupnya lalu di tutup dengan penutup (deck glass). Kemudian di fiksasi untuk
menghilangkan gelembung udara yang terjadi, setelah itu di amati di bawah
mikroskop lalu di ambil gambar hasil pengamatan.
BAB IV
a. Bawang merah
b. Empulur ubi kayu
2. Rongga sel
2. Torsi
1. Dinding sel
BAB V
PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan yang di
lakukan menggunakan mikroskop dapat di ketahui :
a. Bawang merah (Alium
cepa)
Sel umbi bawang termasuk sel
hidup karena terdapat inti sel yang berfungsi mengendalikan seluruh kegiatan
sel. Pada sel bawang terlihat kromoplas yang berfungsi untuk proses foto
sintesis serta memberi zat warna yang di sebut fikuretrin sehingga bawang
merah tersebut berwarna merah. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung, memberi
bentuk pada sel serta memperkuat sel.
b. Empulur ubi kayu (manihot
utillisima)
Sel empulur ubi kayu termasuk
sel mati karena tidak memiliki inti sel. Pada sel empulur ubi kayu terlihat
rongga sel atau ruang antar sel yang berfungsi untuk menyimpan gas dan air.
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan penunjang sel.
c. Kapas (Gossypium sp)
sel kapas termasuk sel mati karena tidak
memiliki inti sel (nukleus) dan hanya memiliki dinding sel dan torsi. Dinding
sel berfungsi sebagai pelindung dan memberi bentuk pada sel. Sedangkan torsi
berfungsi sebagai pemantul dan menyatukan antara sel dengan yang lainnya.
d. Kapuk randu
(ceiba pentandra)
sel kapuk randu termasuk sel
mati karena tidak memiliki nukleus. Pada sel kapuk randu terlihat ge;embung
udara yang berfungsi untuk memudahkan masuknya udara sehingga membuat bantal
menjadi empuk.
Selain itu, terdapat juga ruang antar sel yang berfungsi untuk
mempertahankan reaksi dalam sel agar dapat berjalan lancar dan dinding sel
berfungsi melindungi sel.
DAFTAR PUSTAKA
Samuri,Istamar,dkk. (2004).
“Diktat Biologi Sel dan Molekuler”.
http://www.jevuska.com/topic/sel+tumbuhan+lengkap+pengertian+dan+gambar.html)
http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-hydrilla
DIRJEN POM. 1979. Farmakope
Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Stennis van, dr. 2002. Flora, Jakarta: PT. Pradnya Paramitha.
Syamsuri, iskandar dkk. 1994. Biologi. Malang: Penerbit Erlangga.
Tim dosen UIT, 2010. Biologi
sel dan molekuler, Makassar: Universitas Indonesia Timur.
Tjitrasoepomo, gembong. 2002. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.